Kunjungi kami di www.pedulimuslim.com | twitter: @pedulimuslim | FB: pedulimuslim | karena Islam itu peduli.
Fransisca Baharida: Penjual Es Keliling
Hujan membasahi kota Yogyakarta beberapa hari ini. Akan tetapi, hati ini lebih terbasahi lagi setelah kami kedatangan seorang wanita dengan langkah gontai beserta isakan air matanya. Bukan hanya terbasahi, bahkan meleleh hati kami dibuatnya…
Seorang ibu penjual es keliling…
Keriput hampir saja menyeruak seluruh tubuhnya, berusaha kembali memaknai hidup dari musim ke musim. Bukan apa, ia berpacu dengan waktu membesarkan anaknya yang berusia dua tahun. Ia rindu hingga ngilu, suaminya telah pergi entah kemana semenjak kandungannya genap tiga bulan.
Penghasilanya hanya seala kadar, hanya mendapatkan untung sekitar Rp. 20.000 per hari. Itu pun mesti dibagi lagi untuk biaya kulakan penjualan di hari berikutnya.
“Untuk susu bayi mas, saya cuma bisa menanti bantuan untuk warga kurang mampu dari SGM.”
Kembali dia menyentak,
“Kalaupun kadang bila tak dipasok, maka anak saya pun tak dapat minum susu”, ujar wanita yang baru saja masuk islam pada 22 Maret 2011 yang lalu ini.
Yang kami haru dibuatnya ialah, kegigihannya meneruskan hidupnya. Sepanjang hari ia jajakkan es keliling bersama waktu dan es yang meleleh. Pikir kami, mungkin ia sempat cemas, akankah tubuhnya akan meleleh sebagaiman waktu dan es?
Isak tangis masih terbagi ketika ia mencurahkan keluh kesahnya kepada kami, siang itu. Seolah ia ragu apakah bisa menyeberangi jasadnya sendiri. Sepanjang hari ia membolak-balikkan lembaran kehidupannya. Kadang gundah, kadang resah, dengan penantian yang penuh debar, kapan ia bisa mengkhatamkan halaman terkahir kitab peraduan?
Ia tidak tahu, karena kitabnya tak punya halaman. Ia hanya bercerita dan membayangkan,
“Anakku bagaimana akan sekolah, sedangkan untuk buat akta kelahiran pun susah. Obat obatan sampai asupan gizi pun sejauh ini menanti belas kasih sesama ”
Waktu kini telah menguap menjadi embun, tetesnya telah hinggap di wajah kami.
—
Di lantai dingin Masjid Pogung Dalangan ini …
Kipasnya masih mengencangkan putarannya…
Lamanya durasi menit bicara, menjadi saksi betapa seorang wanita bernama ‘Fransiska Baharida’ benar benar butuh bantuan sesama.
Apalagi ketika ia gumamkan pinta yang buat kami semakin pilu. Kami menunduk. Ia pun merunduk.
“Begini mas, bulan ini kontrakan saya di Giwangan belum lunas. Rp. 200.000,00 perbulannya. Akan tetapi, baru terbayar Rp. 120.000,00 Ehm… kiranya…” | Belum selesai isak tangisnya, sebagian kami, takmir Masjid Pogung Dalangan langsung mengulurkan sedikit bantuan untuknya. Kami yang mendengarnya saja terhanyut lemas. Maka, terlebih lagi dengan dirinya.
“Sebenarnya bisa saja saya mencari kontrakkan yang biayanya Rp. 100.000 perbulan di Giwangan.“ Ia melanjutkan bicaranya dengan tenang.
“Akan tetapi, di sana lingkungannya buruk. Banyak peminum dan pemabuk.” Ah, ini ibu luar biasa sekali, sesempit keadaannya masih bisa berfikir akan kelapangan jiwa bersihnya. Lagi lagi kami terlarut mendengar kisahnya.
—
Gumam kami di dalam hati. Allahu Akbar, sebenarnya masih banyak lagi bu Ida bu Ida lain di muka dunia ini. Lalu dimana kita sebagai sesama saudaranya? Betapa sering perut ini kenyang tanpa terpikirkan betapa mereka kesulitan mencari sekepal nasi di tangan. Seringnya diri kita bertanya “Hendak makan di mana siang ini?”
Berbeda sekali dengan mereka yang bertanya “Bisa makan apa hari ini?”
–00–
Tiba tiba Bu Ida memutus lamunan kami, “Mas, terima kasih atas bantuan dananya.”
Sambil sesekali ia seka air matanya. “Jikalau boleh saya meminta, izinkan untuk meminta satu hal lagi.“
Kami sedikit intip matanya yang baru saja sembab sehabis menangis. Kami anggukkan kepala, isyarat menyetujuinya. Akan tetapi, kata kata perpisahan darinya lebih membuat kami membuat kami merasa langit runtuh dan bumi menghimpit.
“Saya tiap sholat harus selalu ke masjid, mas. Bukan apa, karena saya tak punya mukena barang satu helai pun.“
Subhanallah, kami memekik pelan dengan hati menjerit.
—00—
Ingin membantu? kunjungi www.pedulimuslim.com
[Erlan Iskandar, 14 April 2013]
Ini Teks Ceramah Adek Ane :D
Berikut akan ane posting teks ceramah adek ane, yang diminta ceramah didepan ibu ibu se kabupaten Pesawaran Lampung.. Dia mau ceramah tentang ” A-A-D-I ” Ada Apa Dengan Ibu.. Serial Motivasi untuk berbakti kepada ibu..
Adekl ane yang satu ini emang keren.. usia nya baru 12 tahun.. sekarang lagi sekolah tahfizh di ma’had daarul huffazh Lampung.. Silahkan disimak :D
—00—-000—-000—-00—
Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabaarokatuh…
Bagi Ibu Ibu yg menjawab salam, saya doakan masuuuuk surga.. Bagi Ibu Ibu yg tidak menjawab.. saya doakan tidak masuuuuuuukk….. ANGIN…
Alhamdulillahirobbil ‘alamiin.. wabihi nasta’inu ‘ala umurid dunya waddiin.. Wa sholatu wa salamu ‘ala ‘asrofil ‘anbiya-i wal murasiln.. Wa ‘ala ashabihi ajma’in.. Amma Ba’du..
Ibu Ibu yang dirahmati Allah…
Perkenankanlah saya Muhammad Nur Faizi, adik dari mbak mbak sekalian dan anak dari ibu ibu sekalian, untuk menyampaikan sebuah tema yang sangat penting, sekaligus tak asing lagi bagi kita semua.. Karena saya yakin kita semua disini pasti memiliki ibu… Atau adakah diantara hadirin yang tidak memiliki ibu? Saya yakin tidak… Dan inilah judul ceramah saya, yakni “ A-A-D-I “ . Ada Apa Dengan Ibu..
Ibu Ibu yang mencintai Allah…
Islam sangatlah memperhatikan, kedudukan ibu.. Cobalah ingat kisah ketika ada sahabat yang bertanya kepada rasul, | Wahai Rosulullah, siapakah yg paling berhak mendapat perlakuan baik dariku?” | Rasul menjawab “Ibumu“. | Dia bertanya lagi, “Kemudian Siapa?” | Rasul kembali menjawab “Ibumu“ | Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” | Rasul menjawab “Ayahmu“.
Lihatlah Ibu Ibu sekalian, ternyata kedudukan seorang ibu sangat terpandang dalam islam.. Rasulkan sebutkan berkali kali jawaban “Ibumu” ketika ditanya siapakah yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik… Maka berbahagial wanita yang berhasil menjadi ibu.
Ibu Ibu yang dirahamti Allah…
Maka, setelah kita tahu besarnya kedudukan Ibu didalam Islam.. Berarti, Berbakt kepadanya adalah sebuah keutamaan yang besar.. Bahkan perintah berbakti kepadanya disbandingkan dengan perintah untu menyembah Allah semata.. Allah berfirman,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا [١٧:٢٣]
“Alloh telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya; dan hendaklah kalian berbakti kepada kedua orangtua.” [Al Isro 23]
Ibu Ibu yang disayangi Allah..
Ingatkah kita dengan Seorang wanita yang ketika baru melahirkan buah hatinya. Bukan kondisi lemah dirinya yang ia Tanya pertama kali. Namun bagaimana keadaan bayinyanya , apakah kiranya bayi sehat dan selamat. Herannya kita lupa menanyakan kabar mereka. Ibu adalah sosok yang menghujani kita dengan do’anya di tiap ibadahnya.
Tetapi cobalah kita tanya, kapan terakhir kali kita mendo’akan ibunda kita di solat solat kita? Atau pertanyaan ini terasa berlebihan? Mungkin yang harus kita tanya ialah kapan terakhir kita sholat? Masya Allah, bila mengingat Allah saja lupa, maka bagaimana pula dengan mengingat ibunda? Maka detik ini, mari kita berdoa kepada Allah,
Robbi-ghfirlii waliwalidayya warhamhuma kaama rabbayanii shoghiroo..
“Ya robbi, berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua, sebagaimana menyayangiku di waktu kecil”
Ibu Ibu yang disayangi Allah,
Ingatlah kisah ibnu Aun menceritakan bahwa suatu hari ibunya memanggil, namun beliau menyambut panggilan itu dengan suara yang menurut angapannya lebih keras dari suara ibunya. Maka beliau serta merta membebaskan 2 orang budak.
Subhanalloh, bila saja kita menjadi Ibnu Aun, berapa ribu budak yang harus kita bebaskan karena ribuan kali suara kita lebih meninggi darinya dan sering kali kata kata kasar terlontar dari lisan kepada ibu kita. Semoga kita dimudahkan untuk berbakti kepada Allohu ta’ala dan orang tua kita.
Ibu Ibu yang dirahamti Allah…
Sadarlah kita bahwa Sebuah bayangan tongkat tidak akan lurus apabila tongkatnya bengkok. Maka coba kita lihat anak anak kita saat ini!! Adakah mereka sering menyakiti hati ibu ibu sekalian? Maka jangan terburu buru menyalahkan mereka, cobakah tanya kepada diri kita sendiri terlebih dahulu.. Jangan jangan ini adalah balasan kedurhkaan kita terhadap orang tua kita dahulu.. Na’udzu billah min dzalik….
Ibu Ibu Sekalian
Jadikanlah hari nin sebagai momentum pertobatan kita kepada Allah.. Mari kita berjanji untuk kemblai berbakti kepada Ibunda kita.. Bila ia masih hidup, mari kita jaga, bila ia telah tiada, maka jangan sampai terputus untuk mendoakannya.. Karena berbakti kepada orang tua adalah jalan untuk masuk surge.. Rosul pernah bersabda “ Orang tua adalah pintu pertengahan menuju surga. Bila mau silakan engkau pelihara. Bila tidak mau silakan tidak memperdulikannya. “ [H.R Tirmidzi]
—00—00—00—00—00—
Demikianlah ceramah dari saya.. sebenarnya belum layak bagi saya untuk memberikan ceramah ini.. mengingat ibu ibu semua umurnya tentulah lebih tua dari saya, kemungkinan besar amalnya pun lebih banyak daripada saya…
Akan tetapi di surat An Naml ayat 22 pun diceritakan bahwa Nabi Sulaiman saja masih mendengarkan nasehat dari Burung Hud Hud… Maka terimalah nasehat dari saya, meskipun saya tidaklah lebih hina dibanding burung hud hud, dan Ibu Ibu sekalian tidaklah lebih berilmu dari nabi Sulaiman…
Assalamu’alaykum Warohamtullahi Wabaarokatuh….
Kisah Ustadz ala Jogja
USTADZ ARIS MUNANDAR
Adalah seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aris Munandar. Ia diberi perhatian lebih dalam ilmu-ilmu ushul dan metode manhaj beragama. Sepertinya dari tingkat SMA ia sudah sangat menguasai pokok keilmuan Islam, terlebih bahasa ‘Arab. Ketika masih duduk di SMA saja sudah berguru kepada para ulama di daerahnya, salah satunya adalah alumni terbaik Pesantren Tremes di zamannya. Di tingkat kuliah ia sudah matang ilmu ushul keislamannya. Sehingga tidak aneh ketika seorang ustadz menyampaikan suatu isi kitab, ia mampu membetulkan ucapan ustadz tersebut. Kuliah di UIN ia selesaikan dengan baik, hingga selang kemudian berlanjut menempuh jenjang S2 dengan baik pula.
Kini ia adalah Ustadzuna Al Ustadz Al Fadhil Aris Munandar, MA hafizhahullah. Sosok sang ustadz yang bersahaja dan tawadhu’. Bersama beberapa ustadz lainnya, beliau berhasil mendidik mahasiwa kuliahan umum menjadi sarjana-sarjana yang mampu mendakwahkan agamanya dengan berdasarkan ilmu yang shahih. Sehingga ia menjadi pendidik dan pencerah para remaja dan pemuda yang semangat dalam menuntut ilmu Agama di Yogyakarta.
Ia hanyalah seorang pelajar sekolah menengah SMA yang sering hadir di pengajian masih berseragam putih abu-abu di sore hari selepas sekolah.
Ustadz Roy
Roy Grafika ,berperawakan kurus, adalah anak yang sangat rajin mencatat isi pengajian. Ia orang yang terbina memiliki catatan lengkap dan rapi.
Bukan sekedar lulus dan menuntaskan sekolah menengah, namun disertai dengan nilai lulus dari SMA 1 Yogyakarta pun cukup bagus. Kalau tidak salah nilai matematikanya 10. Karena sangat terkesan dengan cara berislam yang ilmiah, ia tidak mengambil kursi di universitas, akan tetapi selepas SMA ia nyantri 2 tahun di sebuah pesantren di Gresik. Sewaktu di pesantren ia berhasil lulus seleksi untuk mendapatkan beasiswa S1 di bidang hadits Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Saat ini ia adalah Al Ustadz Roy Grafika, Lc, MA -semoga Allah menjaganya-, mahasiswa S3 bidang aqidah di Islamic University of Madinah.
Ustadz Firanda
Firanda hanyalah mahasiswa biasa asal Papua di Yogyakarta. Jangankan membaca kitab gundul, ia baru saja membuka-buka (baca: baru belajar) kitab bahasa ‘Arab yang paling dasar, yaitu kitab Al Muyassar karya Al Ustadz A. Zakaria karena ada kursus bahasa Arab dasar (Badar) tahun 1999.
Karena lebih tertarik belajar ilmu Islam, ia memutuskan untuk keluar dari Depertment of Chemical Engineering Gadjah Mada University, dan pergi ke pesantren di Bantul kurang lebih 2 tahun. Dan ia pernah bercerita kalau di awal-awal nyantri, ia membaca kitab dengan keras-keras untuk dikoreksi a… i… u-nya oleh santri senior lain.
Kini ia adalah Al Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja bin ‘Abidin, Lc., MA hafidzahullah, mahasiswa doktoral bidang aqidah di Universitas Islam Madinah. S1 ia selesaikan di bidang hadits. Saya dengar selain belajar formal juga belajar non formal kepada berbagai ulama di Madinah.
Ustadz Fauzan
Fauzan hanyalah mahasiswa kost asal Cirebon, sebagaimana anak-anak kuliahan yang lain di sekitar Pogung, utara kampus UGM. Namun ia memiliki ketekunan dan perhatian lebih untuk sambil belajar ilmu alat beragama, termasuk bahasa Arab. Selain itu juga sangat perhatian dengan regenerasi keilmuwan beragama pada generasi penerus. Hingga di salah salah satu bukunya ia tuliskan “selesaikan kuliah dulu”. Hingga ia dan kawan-kawannya merintis pesantren mahasiswa. Agar selain menguasai ilmu teknik, kedokteran, ekonomi, dan lainnya, kelak sudah menjadi sarjana juga menguasai bahasa arab, fiqih dan ushul fiqih. (YPIA dan Ma’had Ilmi) Setelah berhasil meraih gelar ST di bidang teknik kimia, ia berhasil mendapatkan beasiswa S1 di Universitas Islam Madinah, bahkan berhasil sampai ke jenjang master di bidang agama.
Ia sekarang adalah seorang yang bernama Al Ustadz Fauzan bin ‘Abdullah, ST, Lc., MA -emoga Allah menjaganya-. Saya tidak tahu apakah berlanjut ke doctoral saat ini. Tapi yang jelas beliau juga seorang wirausahawan yang trampil dan cekat mencari peluang.
Ustadz Abu Ali
Adalah Noor Ahmad. Sewaktu mahasiswa hanyalah tipikal mahasiswa pada umumnya. Waktu itu kebanyakan mahasiswa sangat jarang interest dengan belajar pada keilmuwan klasik. Biasanya kalau sudah belajar dasar-dasar bahasa Arab atau lanjutan akan kesulitan membagi waktu untuk sinau dan belajar.
Kini ia adalah Ustadz Noor Ahmad Setiawan, Ph.D hafidzahullah. Meski ia seorang doktor bidang elektro, tetapi ia mampu menguasai tingkat lebih lanjut, semacam ushul aqidah, mustholah hadits, ushul fiqih, dan lain-lain. Sehingga selain jadi dosen di jurusan elektro UGM, ia juga bisa mendidik generasi mahasiswa untuk menguasai ilmu-ilmu ini. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menjaganya.
Maka janganlah berputus asa hanya karena sedikit rinntangan dalam perjalanan belajarmu, Seorang itu mendapatkan sesuai apa yg ia usahakan, dan barang siapa yg bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan apa yg ia cita-citakan…
Saya ?
[copas status temen, dengan penambahan dan pengurangan seperlunya]
Seseorang tidak akan merasa tersakiti, Jika Ia memutuskan untuk tidak sakit hati.
Apa Masalah dengan Naruto ?!
Dapet artikel ini.. Moga jadi bahan tabayyun, dan perenungan… jadi bahan analisa juga.. cuma repost… allahu a’lam.. tapi ada benernya juga sih.. tapi ya gak tau kevalidannya… ana juga belum mengiyakan 100%.. cuma untuk masukan…
#Buat yang Suka Naruto #MENYIBAK MISTERI KARTUN NARUTO#
Semua orang pasti kenal dan pernah mendengar Naruto. Naruto adalah salah satu film kartun animasi yang berasal dari manga (komik) Jepang yang ditulis oleh Masashi Kishimoto. Pertama kali ditayangkan dalam bentuk animasi alias kartun, 3 Oktober 2002 M melalui jaringan televisi Animax sampai banyak negara yang ikut menayangkannya, termasuk Ind
onesia.
Kartun Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya yang bernama Naruto Uzumaki. Ayahnya bernama Namikaze Minato dari Konohakagure (desa Konoha) menikah dengan ibu Naruto yang bernama Kushina Uzumaki, penduduk desa Uzukagure. Ayah Naruto seorang shinobi (ninja) sekaligus hokage (pemimpin) yang keempat bagi Konoha.
Konoha adalah desa terkuat dalam dunia Naruto, karena banyak melahirkan ninja hebat dan kuat. Mereka memiliki lima ninja legendaris, diantaranya ayah Naruto, Namikaze Minato. Mereka sering kali diserang oleh para ninja dari desa lainnya. Bahkan Konoha pernah diserang oleh biiju bernama “Kyuubi”.
Mashasi Kishimoto menampilkan biiju yang merupakan setan purba alias monster. Biiju dalam kisah Naruto berjumlah sembilan monster yang diyakini sebagai makhluk besar setengah dewa dan ditakuti oleh masyarakat. Biiju ini bermacam-macam, tergantung jumlah ekornya, mulai berekor satu sampai sembilan. Bila biiju merasuk dan tersegel dalam tubuh manusia, maka manusianya disebut dengan “jinchuuriki”. Sebuah contoh, Naruto saat dirasuki oleh biiju Kyuubi (berekor sembilan) yang menyerupai rubah atau serigala, maka ia disebut “Jinchuruuki Naruto”. Karenanya, bila Naruto marah dan beraksi, ia berwajah seperti rubah atau serigala dan kekuatannya bertambah, akibat pengaruh biiju dalam tubuhnya.
Semua biiju telah ditangkap oleh kelompok Akatsuki, kecuali biiju Hachibi (yang bersarang dalam tubuh Killer Bee) dan Kyuubi (yang terdapat dalam tubuh Naruto).
Itulah sebabnya mereka memerangi Naruto dan kaumnya dengan berbagai cara agar mampu mengeluarkan biiju Kyuubi dalam tubuh Naruto. Resikonya, Naruto harus mati. Mereka ingin mengumpulkan sembilan biiju demi menciptakan biiju berekor sepuluh agar mereka bisa menguasai dunia dengan zhalim.
Para pembaca yang budiman, ini sekilas cerita fiksi dari kartun Naruto. Sekalipun ceritanya masih amat panjang, tapi kami bawakan sekedar mukaddimah menuju sebuah tujuan, yaitu menyibak sebagian kesesatan yang terselip dalam kartun tersebut. Mungkin bagi sebagian orang, hal itu remeh. Tapi sebenarnya tidaklah demikian. Coba kita lihat beberapa racun-racun ganas berupa kesesatan dan penyimpangan yang terdapat dalam kisah Naruto berikut ini:
* Mengajarkan dan Membenarkan Ilmu Sihir
Di dalam komik dan kartun Naruto, si Penulis (Masashi Kishimoto) menyusupkan sesuatu yang amat berbahaya bagi aqidah anak-anak muslim dan umat secara umum, yaitu Penulis membenarkan dan membolehkan sihir yang telah diharamkan dalam Islam, melalui aksi dan jutsu (teknik silat) yang dilakoni oleh Naruto Uzumaki, atau pun para musuhnya (kelompok Akatsuki) dan lainnya. Kita lihat bahwa jutsu dan chakra (tenaga dalam) yang dipraktekkan dalam dunia Naruto, seperti ada chakra yang dipraktekkan dan dimanipulasi untuk menciptakan efek supranatural, semisal kemampuan berjalan di atas air, mengurung makhluk halus (biiju) dalam tubuh seseorang dan lainnya dan masih banyak lagi ilmu sihir yang dipraktikkan dalam aksi silat mereka. Contoh lain, Mei Terumi (tokoh antagonis) mengeluarkan lava dari mulut, atau Naruto –misalnya- mampu membagi diri menjadi tiga sebagaimana dalam Komik Chapter 433. Belum lagi, ilmu sharingan (jurus mata) yang dengannya bisa mengetahui gerakan musuh tiga detik sebelum kejadian terjadi dan mampu meniru jurus-jurus lawan.
Semua ini adalah sihir!! Semua ini akan mendidik anak-anak dan masyarakat muslim agar terbiasa dengan ilmu sihir sehingga mereka pun pada gilirannya akan membenarkan dan menghalalkan sihir.
Adapun haramnya sihir, Allah -Ta’ala- berfirman,
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ [البقرة : 102]
“Dan mereka (Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (yakni, mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…”. (QS. Al-Baqoroh : 102)
Sihir adalah segala perkara yang samar dan halus sumber atau sebabnya dengan bantuan setan. [Lihat Lisanul Arab (4/348) dan Tahdzib Al-Lughoh (4/169) oleh Al-Azhariy]
Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -rahimahullah- berkata, “Sesungguhnya penyihir mesti kafir. Setan terlaknat tidaklah memiliki tujuan dalam mengajari manusia tentang sihir, kecuali agar manusia menyekutukan Allah dengan setan. Anda melihat kebanyakan orang sesat masuk dalam sihir, sedang ia menyangka bahwa sihir cuma haram!! Mereka tak menyadari bahwa sihir adalah kekafiran!!!” [Lihat Al-Kaba’ir (hal. 10-11)]
Ayat ini dijadikan dalil oleh para ulama bahwa sihir adalah kekafiran dan pelakunya kafir!! Karena seorang penyihir mesti melakukan kekafiran demi meraih sihir dari setan. [Lihat Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhoriy (10/224)]
Sementara dalam dunia Naruto, sihir tak lepas dari aksi-aksi mereka. Hal yang seperti ini sudah biasa dalam kehidupan kaum kafir (seperti, Buddha, Hindu, Shinto dan lainnya), yang notabene Penulis Naruto berasal dari kaum kafir. Adapun dalam Islam, sihir dengan segala macamnya telah diharamkan!! Bahkan sihir adalah kekafiran dan kezhaliman!!!
* Memperkenalkan dan Mendekatkan Ajaran Shinto
Kesesatan lain dari kisah Naruto, Penulisnya berusaha menyusupkan dan memperkenalkan sebagian ajaran Shinto dengan meyakini adanya dewa yang mereka pertuhankan.
Musuh Naruto bernama Pain Akatsuki –misalnya-, diyakini sebagai dewa, yang mampu menghidupkan orang mati dan menciptakan sesuatu yang mengikuti kehendaknya.
Jelas ini adalah aqidah (keyakinan) batil dalam Islam. Tak ada yang mampu menciptakan, mematikan atau menghidupkan orang setelah mati, selain Allah. Tuhan kita berfirman,
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ (19) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُون [الروم : 19 ، 20]
“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. dan seperti Itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak”. (QS. Ar-Ruum : 19-20)
Bahkan Pain juga digambarkan mampu menghentikan hujan di Amekagure. Subhanallah, sungguh ini adalah kedustaan dan kekafiran yang nyata telah disisipkan oleh Penulis Naruto. Menurunkan hujan dan menahannya adalah tugas Allah, tak ada makhluk yang mampu melakukannya. Allah -Ta’ala- berfirman,
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُون [النحل : 65[
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”. (QS. An-Nahl : 65)
Menghidupkan, mematikan, mencipta makhluk atau menurunkan hujan adalah sifat-sifat dan perbuatan yang khusus bagi Allah. Tak ada yang mampu melakukannya, selain Allah. Jika muslim meyakini ada makhluk bisa melakukan hal-hal itu, maka ia musyrik, bahkan boleh jadi murtad!!
Mitos Shinto lainnya, istilah “Amaterasu”. Amaterasu dalam dunia Naruto adalah tingkat tertinggi teknik api, api hitam Amaterasu. Dikatakan api hitam dari neraka yang panasnya seperti matahari. Ini digunakan oleh Sasuke Uchiha (saingan Naruto).
Kata “Amaterasu” sebenarnya adalah nama Dewi Matahari dalam keyakinan Shinto. Sedang kerajaan Jepang meyakini diri mereka berasal dari keturunan Amaterasu. Perhatikan kelihaian Penulis Naruto dalam menyisipkan ajaran Shinto. Dia gambarkan bahwa jurus andalan Sasuke adalah Amaterasu, sehingga bisa memberi kesan bahwa memang Dewi Matahari (Amaterasu) adalah hebat!!
Para pembaca yang budiman, seseorang tak akan sempurna keislamannya sampai ia berlepas diri dan benci kepada kekafiran beserta simbol-simbol dan ajarannya. Lantaran itu, Nabi Ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah menyatakan baro’ (berlepas diri) dari kaumnya yang kafir dan beliau mengingkari kekafiran mereka. Allah berfirman,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِير [الممتحنة : 4]
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja”. (QS. Al-Mumtahanah : 4)
Satu diantara simbol dan mitos kekafiran, Amaterasu (Dewi Matahari) yang disembah dan dipertuhankan bangsa Jepang!! Simbol dan mitos ini harus kita jauhi dan benci!!!
* Menyusupkan Paham Reinkarnasi
Ini adalah kesesatan berikutnya yang terpendam halus dalam animasi Naruto. Aqidah reinkarnasi dalam Islam adalah aqidah batil dan kufur. Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ [المؤمنون : 99 - 100]
“Dia (orang kafir yang sekarat) berkata,” Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya itu adalah perkara yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.(QS. Al-Mu’minun: 99-100).
Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- saat menafsirkan ayat-ayat di atas, beliau membawakan beberapa ayat tentang tidak bisanya seseorang mengalami reinkarnasi (kembali) ke dunia sebelum kiamat. Kemudian beliau berkata, “Jadi, Allah -Ta’ala- telah menyebutkan bahwa mereka meminta kembali ke dunia, maka mereka tak dipenuhi keinginannya ketika sekarat, pada hari kebangkitan, hari mahsyar, ketika dihadapkannya para makhluk kepada Allah Al-Jabbar, dan ketika mereka digiring ke neraka, sedang mereka berada dalam kepungan siksa neraka Jahim”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/341)]
Kita lihat dalam Kartun Naruto, seorang tokoh antagonis bernama Nagato (Pain) mengembalikan nyawa warga Konoha yang telah ia serang.
Bukan cuma Pain, disana juga ada Kabuto Yakushi buronan dari warga Konoha dan pembela Orochimaru. Kabuto diyakini memiliki jutsu yang bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati. Subhanallah, ini betul-betul sesat lagi menyesatkan pemirsa.
Abul Hasan Muhammad bin Ahmad Al-Malthiy -rahimahullah- berkata, “Demikian pula tentang keyakinan mereka dalam masalah reinkarnasi telah didustakan oleh firman Allah –Tabaroka wa Ta’ala- (lalu beliau sebutkan ayat di atas). Allah mengabarkan bahwa para penghuni kubur tak akan dibangkitkan (dari kuburnya) sampai hari kebangkitan. Jadi, barangsiapa yang menyelisihi hukum Al-Qur’an ini, maka ia sungguh telah kafir”. [Lihat At-Tanbih wa Ar-Rodd (hal. 19), karya Al-Malthiy]
* Menyatakan adanya Manusia Kekal Abadi
Ini tampak pada diri Madara Uchiha (Tobi) dan Hiden. Jika kita mengikuti serial Naruto, disana dikesankan bahwa Madara alias Tobi, seorang tokoh antagonis utama Akatsuki mampu meregenerasi sel-selnya yang rusak sehingga ia mampu hidup seterusnya. Adapun Hidan (anggota Akatsuki) diceritakan bahwa ia dipotong-potong oleh Shikamaru dalam pertarungannya, lalu potongan-potongan badannya dimasukkan ke dalam lubang. Walaupun demikian, Hidan tetap hidup!! Untuk menyambung badannya, ia menunggu bantuan parnernya bernama Kakuzu.
Ini jelas kebatilan yang amat menyalahi Al-Qur’an dan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman dalam (QS. Al-Anbiyaa’ : 34-35),
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ (34) كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [الأنبياء : 34 ، 35]
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”.
Ayat ini membantah keyakinan adanya manusia yang kekal abadi. Mitos Jepang ini mirip dengan khurofat yang diyakini sebagian kaum sufi yang meyakini keabadian Nabi Khidir.
Al-Allamah Ibnu Nahsir As-Sa’diy -rahimahullah- berkata usai membawakan ayat di atas, “Jadi, Nabi Khidir sungguh telah diwafatkan oleh Allah -Azza wa Jalla- sebelum masa Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-. Andaikan ia ada (hidup), maka mesti baginya untuk datang kepada Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-. Hanyalah itu kisah-kisah bohong yang tak ada dalil dan landasannya. Walaupun sebagian orang berusaha menguatkannya, namun ini tak benar. Bahkan seluruhnya tak ada yang benar sedikitpun!!” [Lihat Syarh Nawaqidh Al-Iman (hal. 97)]
Jadi para manusia terbaik saja (yakni para nabi) tidak kekal di dunia. Apalagi selain mereka. Dari sini kita mengetahui kesesatan mitos Jepang yang disisipkan Masashi Kishimoto.
Para pembaca yang budiman, inilah beberapa kesesatan dan kekafiran yang diselipkan oleh si Penulis animasi kartun Naruto dengan lihai. Namun banyak diantara kita lalai dan tak sadar kalau kartun Naruto berusaha merusak aqidah dan agama kita. Karenanya, perlu kita waspadai kartun ini bagi diri dan anak-anak kita. Sebenarnya masih banyak penyimpangan dalam kartun itu yang perlu disorot, seperti porno aksi. Tapi yang sedikit ini cukup sebagai isyarat bagi yang lain.
http://pesantren-alihsan.org/
Dua puluh dua jam perjalanan, waktu tempuh Lampung-Jogjakarta.. Letihnya setengah badan hingga bermata setengah pejam..
Ayah hanya ingin memantau kondisi kamar baru kami di masjid pogung dalangan.. Bentuk kasih sayang yang diterjemahkan lewat kalimat “Lan, lampu kamarnya terlalu redup. Diganti ya! Kalau belajar pakai meja yang besar”.
Jauh Jauh dari Lampung, hanya ingin menunjukan perhatian pada anaknya yang kurang membanggakan ini.. Ayahku memang ayah juara satu… Alhamdulillah
Hikmah Es Krim
Jujur, saya adalah termasuk orang yang sangat menyukai eskrim.. Dibanding ikhwan2 takmir maupun temen2 wisma di jogja.. Saya termasuk yang punya intensitas lebih soal mengkonsumsi eskrim.. Meskipun intensitasnya tidak sering.. Ya, tentulah kita mengerti apa kira sebabnya? Yah, namanya juga mahasiswa.. :D
Ya intinya, perenungan ini hanya untuk saya saja..Semoga juga berfaedah untuk kita semua.. Maka kawan, coba sejenak kita menghikmahi akan eskrim.. Pentingkah? Belum tahu saja kita, kalau di amerika sana: sampai ada peringatan hari eskrim :)
Pertama, Disini, kehidupan hanyalah sekejap; Tidak murahnya harga sehingga membuat: apa yang sudah ada di hadapan, apa yang sudah digenggam tangan, harus dinikmati sebelum meleleh. Walaupun untuk menikmati model bertipe standar, kita membutuhkan puluhan jilatan untuk menghabiskannya, agar benar-benar menghayatinya.
Ya beginilah dunia.. singkatnya masa, harus dimaksimalkan dengan cocok tanam amal yg baik dan benar agar panen di akhirat berkelimpahan.. Jauh2 hari, Nabi Muhammad mengumpamakan kitalah seperti seorang musafir yang berteduh dibawah pohon kan?
Kedua, Disini, setiap rasa harus terhayati.. Tak pengaruh manisnya susu vanilla, pahit menjelma coklat, atau butir kacang berakibat jerawat.. Semua harus terhayati, semua harus tersyukuri..
Begitu pun akan hidup, pahitnya perjuangan, manisnya kesuksesan adalah corak rasa yang punya keunikan di tiap sensasinya.. Sempat hadir di benak kami bunyi hadits “Sungguh menakjubkan urusan seorg mu’min.. dan yg demikian hanya bagi mu’min.. bila tertimpa nikmat , ia bersyukur.. bila tertimpa musibah ia bersabar”
Pun, Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab pun mendoakan kepada para pembacanya dengan nada demikian di kitabnya.. ushul tsalatsah..
Yah, intinya saya ucapkan selamat datang di dunia eskrim!!
Dunia yg meng-isyaratkan pada kita, dibalik penatnya kehidupan, menumpuknya tugas kuliah, Beban Nilai Kumulatif yang ditargetkan, Gelar beragam yg jadi acuan, jatuh bangunnya perjuangan; bahwa masih ada dunia selembut gumpalan es berbalut aneka rasa.. Siapapun bisa nikmatinya, siapapun bisa menjamahnya.. kapanpun waktunya asalkan ada nomimal berangka di kantong kita :)
” Kadang, kita mesti belajar dari hal yang kecil untuk menjadi besar.. Karena dari hal yang kecil bisa jadi besar.. Buktinya? Karena eskrim yang kecil, badan kita bisa jadi besar ^^ “
Studio Radio Muslim, Jogjakarta 22September2012
Abu Faiz Erlan Iskandar - Sedang Ngidam Eskrim -
